HABARTerkini.net, Paringin – Penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu fokus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan dalam menghadapi potensi bencana. Melalui Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menggagas kebijakan strategis SIGAB KENCANA LINK DESTANA sebagai upaya membangun ketahanan daerah yang lebih terintegrasi.
Kebijakan tersebut merupakan singkatan dari Strategi Peningkatan Ketahanan Daerah Rawan Bencana Melalui Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Berkelanjutan Kecamatan Tangguh Bencana Terhubung Dengan Desa Tangguh Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan.
H. Rahmi memaparkan proyek perubahan tersebut di hadapan stakeholder internal PKN II di Kantor BPBD Kabupaten Balangan, Sabtu (15/8/2026).
Ia menjelaskan, SIGAB KENCANA LINK DESTANA dirancang untuk menjawab kebutuhan penguatan sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Balangan, terutama dengan menghubungkan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang selama ini berjalan dalam lingkup program pemerintah pusat yang berbeda.
Program Kencana berada di bawah Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Direktorat Manajemen Bencana, sedangkan Destana merupakan program di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut H. Rahmi, integrasi kedua program tersebut menjadi penting agar ketangguhan di tingkat kecamatan dan desa tidak berkembang secara terpisah, tetapi membentuk jejaring kesiapsiagaan yang saling terhubung dan berkelanjutan.
“Tujuan utamanya adalah membangun ketangguhan daerah melalui sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Jadi antara kecamatan dan desa yang sudah tangguh bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya.
Melalui sistem yang terintegrasi, koordinasi penanggulangan bencana diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif mulai dari tahap pra-bencana, saat tanggap darurat hingga pascabencana.
Tidak hanya memperkuat koordinasi antarpemerintahan, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di tingkat desa. Dengan adanya jejaring dukungan hingga tingkat kecamatan, masyarakat di wilayah rawan bencana diharapkan memiliki kemampuan dan kesiapan yang semakin baik dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
H. Rahmi menegaskan, SIGAB KENCANA LINK DESTANA diharapkan dapat menjadi salah satu model penguatan ketahanan wilayah di Kabupaten Balangan, khususnya pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
“Kita ingin Balangan siap menghadapi bencana. Bukan hanya BPBD yang bergerak, tapi seluruh elemen dari kecamatan sampai desa sudah memiliki sistem dan kesiapsiagaan yang terintegrasi,” pungkasnya.
Dengan implementasi SIGAB KENCANA LINK DESTANA, BPBD Balangan berharap penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat, tepat dan terukur, sekaligus menekan potensi kerugian akibat bencana serta mendorong terbentuknya budaya sadar dan tanggap bencana di seluruh wilayah Kabupaten Balangan.(hen/mi).

