HABARTerkini, Paringin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menegaskan bahwa banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi dipicu oleh faktor alam berupa curah hujan yang sangat tinggi, bukan akibat aktivitas pertambangan maupun perkebunan sawit sebagaimana dugaan yang beredar di masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menyampaikan hal tersebut berdasarkan rilis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Perwakilan Kalimantan Selatan yang dipaparkan dalam rapat koordinasi.
Menurut Rahmi, intensitas hujan yang terjadi sangat ekstrem karena volume hujan yang biasanya turun selama setengah bulan tercurah hanya dalam satu malam.
“Kalau dibayangkan itu kapasitas untuk setengah bulan ditumpahkan dalam satu malam. Jadi kondisi pegunungan kita bagaimana pun tidak bisa menampung untuk melakukan peresapan dalam waktu yang singkat,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Terkait dugaan adanya aktivitas pertambangan di wilayah hulu sungai, Rahmi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan aktivitas tambang di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran peta bersama Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup, belum ada konfirmasi terkait dugaan tersebut.
“Dari sisi peta kami melihat bersama Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup, sejauh ini belum terkonfirmasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, saat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Kabupaten Balangan, kementerian menurunkan tim Gakkum untuk memastikan ada atau tidaknya kerusakan hutan maupun kerusakan ekologis di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi.
“Sejauh ini kita belum mendapat konfirmasi adanya temuan yang mereka dapatkan. Mereka juga mengerahkan tim ahli dan bantuan satelit untuk menelusuri hal-hal tersebut,” tambah Rahmi.
Menanggapi dugaan penebangan hutan, Rahmi menyebut tidak ditemukan material kayu hasil tebangan yang terbawa arus sungai saat banjir bandang terjadi.
“Kalau ada pasti dampaknya akan jauh lebih parah karena menghantam rumah-rumah warga. Berdasarkan kesaksian masyarakat sendiri, yang terbawa hanya air dengan arus yang sangat deras,” terangnya.
Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi lintas pihak tersebut, BPBD Balangan menegaskan hingga saat ini belum ditemukan indikasi yang mengarah pada dugaan bahwa banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi disebabkan oleh aktivitas pertambangan maupun perkebunan sawit di wilayah hulu.(hen/mi).

