HABARTerkini.net, Paringin – Festival Mesiwah Pare Gumboh (MPG) VIII kembali digelar masyarakat adat Dayak Deah di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Jumat (10/7/2026). Perhelatan budaya tahunan ini menjadi bukti kuat komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkuat posisi Desa Liyu sebagai destinasi wisata budaya di Kabupaten Balangan.

Festival yang merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen tersebut terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Selain mempertahankan nilai-nilai adat, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Dayak Deah kepada masyarakat yang lebih luas.

Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Liyu yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya peninggalan nenek moyang melalui penyelenggaraan Festival Mesiwah Pare Gumboh setiap tahun.

“Ulun sangat mengapresiasi seluruh unsur di Desa Liyu yang telah memelihara adat warisan leluhur dan menyelenggarakannya secara rutin setiap tahun. Festival ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Liyu, tetapi juga menunjang Balangan sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Balangan akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi wisata di Desa Liyu dengan tetap menjaga keaslian budaya lokal agar tetap lestari dan tidak kehilangan identitasnya.

Ketua Pelaksana Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII, Budianto, mengatakan seluruh rangkaian prosesi adat pada tahun ini tetap dipertahankan sebagaimana penyelenggaraan sebelumnya sebagai ciri khas festival.

Prosesi dimulai dengan arak-arakan menuju balai ritual, dilanjutkan Nyerah Ngemonta, memasak hasil panen, hingga ritual Mesiwah yang diiringi pembacaan mantra kepada para leluhur. Festival juga dimeriahkan penampilan tujuh sanggar seni dari Kabupaten Balangan serta sejumlah sanggar seni dari Kabupaten Tabalong.

Budianto berharap dukungan dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat terus berlanjut agar Festival Mesiwah Pare Gumboh semakin berkembang dan dikenal lebih luas sebagai salah satu agenda budaya unggulan.

Sementara itu, Kepala Desa Liyu, Sukri, menuturkan bahwa Mesiwah Pare Gumboh merupakan identitas masyarakat Dayak Deah yang mengandung nilai gotong royong, persatuan, dan rasa syukur atas hasil bumi, bukan sekadar tradisi syukuran panen.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi momen silaturahmi yang mempertemukan warga setempat, para perantau, hingga pengunjung dari berbagai daerah.

“Siapa pun yang datang ke desa ini bukanlah tamu, melainkan saudara yang sedang pulang kampung. Kami mengharapkan, setiap orang yang datang membawa pulang cerita tentang hangatnya persaudaraan dan suatu saat kembali lagi ke Desa Liyu,” ungkapnya.

Melalui Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII, masyarakat berharap warisan budaya leluhur tetap terjaga sekaligus semakin memperkuat Desa Liyu sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Balangan.(hen/mi).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version