HABARTerkini.net, Paringin – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana terus digencarkan di Kabupaten Balangan. Melalui kolaborasi antara BPBD Balangan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APPKBPMD), digelar Rapat Koordinasi Pembentukan dan Pembinaan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026 di Aula Dharma Setya, Kamis (16/4/2026).

Rakor ini melibatkan perwakilan seluruh kecamatan serta desa-desa yang menjadi sasaran pembentukan dan pembinaan Destana. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan arah dan langkah lintas sektor guna mempercepat terwujudnya desa yang tangguh menghadapi bencana.

Kepala Dinas DP3APPKBPMD Balangan, Rahmadi, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa merupakan kunci utama dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, desa memiliki peran vital sebagai garda terdepan.

“Ketangguhan menghadapi bencana dimulai dari desa. Ketika desa sudah siap dan mandiri, maka ketahanan di tingkat daerah hingga provinsi juga akan ikut menguat,” ujarnya.

Sementara itu, melalui JF Analis Kebijakan BPBD Balangan, Ellita Riani, disampaikan bahwa rakor ini menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan sinergi program pembinaan Destana bersama DP3APPKBPMD.

Sebanyak 35 Desa Tangguh Bencana turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pemenuhan indikator ketangguhan sesuai Katalog Ketangguhan BNPB.

Lebih lanjut, rakor juga difokuskan pada penyamaan persepsi terkait konsep dan tahapan pembentukan Destana, termasuk pemenuhan indikator yang harus dicapai. Selain itu, disusun pula rencana aksi pembinaan yang mencakup sosialisasi, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pelaksanaan simulasi evakuasi bencana.

Komitmen bersama juga ditegaskan oleh seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, baik dari sisi dukungan anggaran, sumber daya manusia, maupun logistik.

Melalui percepatan pembentukan Destana ini, diharapkan masyarakat desa semakin mampu mengenali potensi ancaman, mengurangi risiko, serta bertindak mandiri saat menghadapi situasi darurat. Di sisi lain, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, hingga mitra pentaheliks juga semakin diperkuat dalam upaya penanggulangan bencana secara menyeluruh.. (hen/mi).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version