HABARTerkini.net, Paringin – Upaya penguatan sistem logistik kebencanaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mendapat perhatian dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Sistem distribusi logistik yang menjangkau hingga tingkat desa dinilai sebagai langkah inovatif yang berpotensi menjadi rujukan bagi kabupaten dan kota lain di wilayah Kalsel.
Hal tersebut terungkap saat jajaran Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan monitoring ke Kantor BPBD Balangan, Senin (9/3). Tim provinsi yang dipimpin oleh Kabid dan Kasubdit Logistik tersebut datang untuk memantau kondisi serta kesiapan stok logistik daerah sebelum melanjutkan agenda perjalanan dinas ke Kabupaten Tabalong.
Dalam kesempatan itu, BPBD Balangan memaparkan sistem pengelolaan logistik yang dikembangkan melalui inovasi Sisilogbana. Sistem ini memungkinkan distribusi bantuan tidak hanya terpusat di gudang kabupaten, melainkan sudah ditempatkan di masing-masing kecamatan sehingga memudahkan proses penyaluran saat terjadi keadaan darurat, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menjelaskan bahwa penguatan sistem logistik tersebut juga diselaraskan dengan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana). Melalui program tersebut, desa memiliki peran aktif dalam mengelola dan menyiapkan stok logistik dasar secara mandiri.
Dengan pola tersebut, perangkat desa turut terlibat dalam penyediaan bantuan pangan maupun peralatan darurat. Keterlibatan ini dinilai mampu mempercepat respons saat bencana terjadi karena kebutuhan dasar masyarakat terdampak sudah tersedia di wilayah terdekat.
“Provinsi cukup terkejut saat mendengar pemaparan kami. Program ini hampir serupa dengan yang ada di tingkat provinsi, namun keunggulannya adalah integrasi langsung dengan program Kencana dan Destana sehingga jangkauannya sampai ke desa,” jelas H Rahmi.
Menurutnya, apresiasi dari tim monitoring provinsi muncul karena sistem yang dipaparkan tidak hanya sebatas konsep, tetapi sudah berjalan dan menunjukkan hasil di lapangan. Sinergi antara BPBD, kecamatan, dan desa dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana.
Atas perkembangan tersebut, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bahkan menyatakan tidak ragu merekomendasikan Balangan sebagai rujukan jika daerah lain ingin mempelajari tata kelola logistik kebencanaan yang efektif.
“Bahkan mereka menyampaikan, jika ada kabupaten atau kota lain yang ingin mengetahui bagaimana pengelolaan logistik yang baik, maka Balangan bisa menjadi tempat belajar,” ungkap Rahmi.
Ke depan, BPBD Balangan berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan desa guna menjaga kesiapan logistik kebencanaan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan bantuan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan cepat ketika terjadi bencana.(hen/mi).

