HABARTerkini.net, Paringin – Upaya penguatan layanan pemasyarakatan di Kabupaten Balangan terus didorong melalui sinergi lintas instansi. Ketua DPRD Balangan, Hj. Linda Wati, menyatakan dukungannya terhadap rencana pendirian Balai Pemasyarakatan (Bapas) di daerah tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Rencana ini mencuat dalam kunjungan kerja Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, ke Kantor DPRD Balangan belum lama tadi. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPRD Balangan bersama Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto.
Dalam pertemuan itu, sejumlah isu strategis dibahas, terutama terkait penguatan koordinasi antara Lapas Amuntai dan Pemerintah Kabupaten Balangan. Salah satu fokus utama adalah rencana pembangunan Bapas di Balangan yang diharapkan mampu meningkatkan pembimbingan dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan di wilayah Balangan dan sekitarnya.
Hj. Linda Wati menegaskan, DPRD Balangan menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik. Menurutnya, kehadiran Bapas akan memberikan dampak positif dalam sistem pembinaan dan pengawasan warga binaan di daerah.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, termasuk rencana pendirian Bapas dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya kepada awak media, Kamis (9/4/2026).
Diketahui, Kabupaten Balangan yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara hingga kini belum memiliki Lapas sendiri. Sementara proses pembangunan Lapas masih berjalan, narapidana dan tahanan asal Balangan masih ditempatkan di Lapas Amuntai.
Selain itu, pertemuan juga membahas implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mulai berlaku efektif sejak 2 Januari 2026. Salah satu poin penting dalam regulasi tersebut adalah penerapan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kalapas Amuntai turut mengusulkan penyediaan ruang khusus tahanan di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Balangan. Fasilitas ini dinilai penting guna mendukung pelayanan kesehatan bagi warga binaan maupun tahanan, tanpa mengabaikan aspek keamanan selama proses perawatan.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat mempercepat terwujudnya Bapas di Balangan sekaligus mendukung implementasi kebijakan hukum terbaru,” ungkap Gusti Iskandarsyah.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto, menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan, seluruh usulan yang disampaikan akan menjadi perhatian bersama dalam rangka meningkatkan pelayanan hukum, kesehatan, dan pelaksanaan kebijakan baru di daerah.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin kuat antara Lapas Amuntai dan Pemerintah Kabupaten Balangan, sehingga mampu mendorong optimalisasi pelayanan pemasyarakatan serta penguatan fasilitas publik di Kabupaten Balangan.(hen/mi)

